![]() |
| Pengimbasan di SDN Kotasari |
![]() |
| Pengimbasan di SDN Bujanggadung |
![]() |
| Pengimbasan di SDN Grogol 1 |
![]() |
| Pengimbasan di SDN Kotasari |
![]() |
| Pengimbasan di SDN Bujanggadung |
![]() |
| Pengimbasan di SDN Grogol 1 |
Apa itu Augmented Reality?
Assalamu'alaikum wr.wb.
Halo semua, Erfina di sini. Semoga semua sehat selalu, ya!
Pada postingan kali ini, saya akan berbagi tentang teknologi kekinian yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu Augmented Reality atau disingkat AR.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membuat banyak gebrakan dalam dunia pendidikan. Tak terkecuali dalam hal media pembelajaran. Teknologi dapat menjadi jembatan bagi guru untuk menyediakan media yang beragam dan menyenangkan bagi siswa. Salah satu produk teknologi yang memudahkan guru menyediakan media pembelajaran di kelas adalah Augmented Reality (AR).
Menurut berbagai sumber, AR merupakan sebuah teknik menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke dalam lingkungan yang nyata kemudian memunculkannya secara real time. Dalam hal ini, teknologi AR mampu membawa siswa terkesan melihat benda dua atau tiga dimensi seolah-olah berada di dekatnya.
Kelebihan AR sebagai media pembelajaran adalah membantu menggambarkan konsep yang abstrak, meningkatkan aktifitas belajar siswa, mempermudah materi pelajaran, dan menyajikan materi dengan praktis. Jika rekan guru akan menggunakan AR dalam pembelajaran, maka hal-hal berikut harus disiapkan, ya.
1. Tersedianya HP siswa
2. Kuota untuk mengunduh dan menjalankan aplikasi penyedia AR
3. Kesiapan materi yang akan diajarkan dengan AR
Bagai pepatah, tak ada gading yang tak retak, maka begitu pula dengan AR. Kekurangan dari teknologi ini adalah mengharuskan siswa memiliki HP sendiri dengan kuota yang cukup serta biasanya aplikasi penyedia AR membutuhkan space yang lumayan besar untuk diinstall di HP. Oleh karena itu, media ini kurang cocok jika digunakan di wilayah yang sulit sinyal atau kondisi siswa yang sebagian besar belum memiliki HP.
Saya sendiri pernah menggunakan AR untuk belajar mata pelajaran IPAS materi Panca Indra. Melalui AR, siswa dapat melihat bentuk dan bagian panca indra secara lebih real. Siswa pun terlihat sangat antusias dapat belajar dengan AR. Aplikasi yang saya gunakan di kelas adalah Assemblr Edu. Bapak/Ibu rekan guru tentu dapat menggunakan aplikasi lainnya yang dirasa lebih memudahkan ya.
Assalamu'alaikum wr.wb.
Halo semua! Semoga semua sehat selalu, ya.
Sekolah tempat saya mengajar adalah salah satu sekolah penggerak di Kota Cilegon. Tahun ajaran ini adalah tahun ke dua kami menerapkan kurikulum merdeka. Nah, jika postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang modul P5 Kearifan lokal yang kami gunakan di tahun ajaran lalu, kali ini saya akan berbagi modul P5 yang saya susun untuk pembelajaran tahun ini. Tema projek kami di tahun ini adalah Gaya Hidup Berkelanjutan. Di kelas 4, kelas yang saya ampu, memilih topik tentang pemanfaatan Ecobrick dan Ecoprint sebagai solusi dari permasalahan sampah di sekitar siswa.
Modul P5 Gaya Hidup Berlanjutan untuk kelas 4 bisa diunduh melalui link di bawah ya. Jika modul di bawah ini dirasa bermanfaat bagi guru hebat di luar sana, mohon berkenan memberikan doa baik bagi pembuat modul. Terima kasih!
Modul P5 Gaya Hidup Berkelanjutan
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam literasi semua. Semoga sehat selalu ya. Kali ini saya akan membahas tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sepertinya cukup meresahkan bagi guru pengguna kurikulum merdeka, ya. Hehehe..
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat P5 adalah pembelajaran dengan pendekatan projek yang dirancang secara holistik bagi siswa. Melalui P5 ini, siswa diharapkan menjadi pelajar Pancasila yang dapat menyelesaikan masalah di lingkungan sekitarnya.
P5 dapat dimulai dengan mengidentifikasi kesiapan sekolah dan menentukan dimensi profil Pelajar Pancasila. Sekolah dapat menentukan dimensi tersebut berdasarkan visi-misi. Kemudian, siswa dibimbing oleh guru untuk melakukan refleksi. Dari hasil refleksi tersebut, siswa diharapkan dapat menentukan tema dan topik projek. Setelah topik projek ditentukan, siswa akan melakukan tahap pembelajaran projek seperti pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi, dan tindak lanjut.
Dalam melaksanakan P5, guru dapat melakukan asesmen formatif secara berkala. Asesmen ini bertujuan memberi umpan balik murid dalam menyelesaikan projeknya.
Langkah-langkah dan penjelasan lebih lengkap tentang P5 dapat disimak pada buku panduan berikut.
Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Berikut ini contoh modul projek yang pernah saya buat. Semoga menginspirasi dan bermanfaat bagi pembaca, ya!
Modul P5 Kearifan Lokal Kelas 4
Sekian dulu pembahasan tentang P5. Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam literasi semuanya. Di bawah ini saya bagikan contoh modul ajar untuk kurikulum merdeka kelas 4 mata pelajaran IPAS materi Cerita tentang Daerahku. Karena saya tinggal dan mengajar di Cilegon, maka saya mengangkat kearifan lokal Cilegon dalam modul tersebut. Namun, modul ini bukan satu-satunya acuan bagi guru. Sesuai nama dari kurikulum merdeka, maka guru diberi kebebasan atau merdeka dalam membuat modul ajar yang diperlukan. Semoga menginspirasi dan bermanfaat bagi guru yang membutuhkan.
Klik link di bawah untuk melihat modul ajar IPAS Kelas 4 "Cerita tentang Daerahku"
https://docs.google.com/IPASKELAS4
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Kidung Rindu
(Karya: Erfina Nurul F)
Gelap malam bergelayut
Di tengah sunyi nyanyian pujaan hati
Berikrar setia
Bernafas kasih sayang
Menanti kehadiranmu
Menjadi kidung rinduku
Tatapanmu, lautan hidupku
Senyummu, akar penopangku
Di pojok sepi
Aku menanti
Hilangnya rindu dalam temu
Hentikan kidung rindu
Antara kau dan aku
(Cilegon, 10 Juli 2023)
Multimedia Pembelajaran Interaktif "DIA PANDA" - Lomba Jawara Banten (Ajang Asah Wawasan dan Kreativitas dalam Pembelajaran berb...